Saturday, 21 February 2009
Bad Blog is Better than No Blog
Mungkin Bad Blog is Better Than No Blog!!! adalah semboyan yang tepat buat gue, setidaknya buat bikin gue semangat untuk postingan ngeblog
Gara-gara gue jarang ngeblog jadinya gue postingnya aneh.
Ini adalah contoh postingan paling goblok yang pernah gue bikin.
"aku ngga mau minum anti Rabies eh anti Biotik" diambil dari sini
sekarang tiap hari di Bogor hujan, ni aja udah mendung bgt, untung aku uda beli payuung, gara2nya udah 3 hari ini aku ujan-ujanan
malah jumat mlm abis ngajar aku kena hujan, mana hujannya deres bgt pula, pas lagi nyebrang jam 9 mlm, jalanan sepi bgt udah gitu ada orang gila pula
*heran deh….tuh orgil mlh menari-nari di jln raya dalam hujan deras pula)
besoknya langsung flu berat, untung ada kak Tami, dokter muda yg lagi nginep di tempatku,
"yun, km sakit….kakak kasih obat ya?" kata kak tami
"ngga ah, ga apa-apa kok kak"
tp kyknya km parah deh, tuh ingusnya keluar lagi
*shrungggggg (sambil narik ingus yg hampir keluar dari idung)
"tapi jgn dikasih anti biotik ya…aku ngga suka, bosen anti biotik mulu" jawabku
"ya..kamu ngga usah dikasih anti biotik tapi anti rabies aja mau ngga?"
ye……emang gw abis di gigit anjing
"nih..harus habis dalam 3 hari ngga boleh ngga, sama Vitamin C nya"
" jgn dikasih obat tidur , aku ngga suka kak"
"ya…orang bawanya juga anti rabies kok"
This entry was posted on Sunday, December 3rd, 2006 at 12:52 am and is filed under Weblogs. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed. Edit this entry.
4 Responses to “aku ngga mau minum anti Rabies eh anti Biotik”
1. Irfan Says:
January 27th, 2009 at 12:10 am
ceritanya lumayan seeh,cuma rada garing gitu,,Yah sebenernya kalo di tambahahin adegan di kejar orgil bakal lebih seru coyGitu juga kalo sang dokter bilang “Lah lo kan anjingnya.Jadi emang harus di kasih obat anti Rabies.”Gak…gakk…bakal lebih seru tuh Coy.And satu hal lagi yah cuy,Lain kali email gue dengan cerita lo yah…
2. Zeihan Ayunisa Says:
January 27th, 2009 at 12:22 am
Eh gue setuju abis sama pendapat cowok di atas tuh..Walaupun rada geblek tuh orang,udah muji malah ngatain pula…Yah kenalin aja yah nama gue Zeihan Ayunisa dari Bandung.SMA 3 bDg,,Wah Irfan gimana sih orangnya?Jelek apa cakep yah?Tapi keliatan dari namanya sih jelek abis tuh…Gue aja punya abang tukang ojek bilang yang namanya Irfan tuh Jelek banget…Eh iya back to the comment..Ceritanya JUELE….Boong deng..Bagus kok gak jelek-jelek amat yah lumayan buat BED TIME STORY aja.Cuma tolong yah saran Irfan di ikutin juga I LOVE YOU IRFAN>>>>
3. Ago Rahmatulllah Says:
January 27th, 2009 at 12:32 am
Gila abiss,ceritanya jelek abis,buttut banget,Garing gak guna.Gak penting bikin orang sinting….Pokoknya yang bikin nih cerita gila.Emang udah gak ada cerita lain apa.Jadi gini ceritanya,,,Seseorang PEDAGANG BERLARI mengejar anjingnya.Tiba-tiba ada seekor badak yang mengejar dia berkata “Widih comment gue di baca?”
4. yuniaripb2002 Says:
February 21st, 2009 at 6:01 am
yuniar annaliansyah say : iya, sapa sih itu yg bikin cerita , jelek banget kyk anak TK. padahal udah kuliah…. ceritanya aneh ga mutu, tapi jadi pengen ngomentarinnn ahahhaha
*celingak celinguk padahal ngomentarin tulisan sendiri*
Puisi IPIT IPIT
I get the best feeling in the world when you say hi
or even smile at me because
I know, even if its just for a second,
that I've crossed your mind
I dont know why they call it heartbreak.
It feels like every part of my body is broken too.
The hardest thing to do is watch the one you love,
love someone else.
If I has to choose between loving you, and breathing.
I would use my last breath to say I LOVE YOU.
I love you, not for what you are,
but for what I am when I am with you.
Pleasure of love lasts but a moment,
Pain of love lasts a lifetime.
If you love me, let me know.
If not, please gently let me go
Friday, 30 January 2009
Lupa Dapat Dari Mana......
kami bangsa jomblo-jomblo lucu dg ini menyatakan kemerdekaan bercinta. hal2 yg mengenai ditolak, kecewa n sakit hati ditanggapi dg cuek2 aja dan mencari target baru dalam tempo yg sesingkat-singkatnya
Atas Nama para Jomblo-Jomblo Lucu
Yuniar-Annaliansyah
Tuesday, 25 November 2008
kirain apaan
Sunday, 23 November 2008
Nasihat berharga untuk para mahasiswa
Berawal dari gue curhat ke temen kantor tentang sikap gue yang pesimis terhadap skripsi gue. Dari awal gue kuliah, gue nggak nunjukkin prestasi yang bagus. Penilaian gue ilmu kimia di perkuliahan benar-benar sangat berbeda dengan penilaian gue ketika gue di bangku SMA. Dulu ketika gue masih pake seragam putih abu-abu, gue sangat mengidolakan pelajaran kimia. Nilai kimia gue selalu tertinggi di sekolah. Sehingga gue pun memilih jurusan kimia waktu gue ditawari PMDK di Institut Pertanian Bogor. Dan seperti yang diharapkan oleh semua banyak orang, gue pun diterima sebagai mahasiswa jurusan kimia IPB tahun ajaran 2002. Gue seneng banget bisa kuliah di Bogor. Secara gue dari kampung yang terkenal dengan produksi telor asin. Gue satu-satunya siswa SMA yang diterima di IPB. Sempet bangga juga, karena sekolah gue termasuk sekolah swasta yang selalu bersaing ketat dengan sekolah-sekolah negeri. Gue seneng banget waktu gue tahu bahwa gue diterima di jurusan kimia, karena dengan begitu gue pikir gue gak usah cape-cape lagi belajar buat ikutan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SMPB). Jujur gue udah cape untuk belajar buat persiapan SPMB.
Tapi kenyataan di kampus sangatlah berbeda dengan yang gue bayangkan waktu di SMA. Gue pikir kimia itu ilmu yang gampang dipelajari, gue optimis gue bisa lulus 4 tahun dengan nilai indeks prestasi kumulatif diatas 3. Boro-boro gue bisa lulus 4 tahun dengan IPK 3, gue bisa lulus tiap semester aja udah syukur alhamdulillah. Gue terjebak kebosanan di perkuliahan. Mau pindah jurusan udah tanggung. Gue males ngurus-ngurus administrasi dan lagi cita-cita kuliah di jurusan kimia udah dari sejak gue kelas satu SMA. Gue juga ingat pesan nyokap gue. Dulu gue pernah ditawari KULIAH, KERJA atau KAWIN. Gue suruh milih di antara tiga itu. Kalau gue gak mau kuliah, ya udah kerja aja jadi di pabrik atau kalau nggak mau cape cari duit, mending kawin aja. Gue yang waktu itu ogah dikawinin apalagi disuruh cari duit sendiri akhirnya milih kuliah. Akhirnya nyokap setuju gue kuliah dengan syarat kalau udah kuliah ya diselesaikan sampai jadi sarjana. Milih jurusannya yang bener jangan sampai nanti nyesel akhirnya keluar gonta-ganti jurusan seenak jidat. Gue pun setuju syarat-syarat dari nyokap gue. Yang gue ingat, gue harus di jurusan kimia sampai dapat gelar.
Sekarang tahun ketujuh gue di jurusan kimia. Gue udah mencapai batas dimana GUE UDAH GAK KUAT NGERJAIN SKRIPSI. Gue bener-bener pusing harus bolak-balik ke laboratorium. Ngerjain sampel yang nggak selesai-selesai. Gue malu jadi mahasiswa abadi. Tapi buat ngerjain skripsi sampai selesai juga gue nggak punya nyali.
Gue curhat seperti itu pada temen kantor yang baru gue kenal beberapa hari. Kebetulan temen gue ini baru seminggu jadi akuntan menggantikan karyawan lama yang memilih resign. Temen gue nasehatin gue begini:
“Yun, mungkin kamu masuk ke IPB bukan karena kejeniusan otakmu. Bukan juga karena perjuangaanmu mengikuti ujian masuk universitas. Seperti yang kamu bilang kalau masuk IPB karena ikutan PMDK. Dan mungkin itu hanyalah keberuntungan kamu. Itu Cuma hoki. Karena kamu Cuma isi formulir lalu kamu kirim ke kampus IPB”.
”Coba kamu bayangkan, seandainya kamu adalah orang lain. Waktu itu kamu berstatus sebagai salah satu siswa di sebuah sekolah yang sangat populer karena kecerdasaan siswa-siswanya, dan sekolah itu terkenal karena siswa-siswa berasal dari kalangan orang berada. Kamu punya nilai akademik yang sangat bagus dan kamu punya dana untuk kuliah sampai selesai. Dengan dukungan kecerdasan otak dan finansial kamu, dapat dipastikan kamu bisa masuk IPB. Tapi yang terjadi adalah kamu tidak diterima masuk IPB, baik dengan jalur khusus maupun dengan ujian masuk. Kamu pasti merasa perjuanganmu sia-sia”
Gue sempet bingung juga dengan nasihat temanku itu. Tapi kemudian dia melanjutkan,
”Seperti yang kamu ceritakan tadi, bahwa kamu berasal dari sekolah yang tidak terkenal, nilai raportmu juga pas-pasan. Nilai yang bagus Cuma kimia doang. Artinya kamu masuk IPB karena faktor Lucky. Keberuntungan. Itu hoki kamu masuk IPB. Di antara sekian banyak calon mahasiswa kimia yang mungkin jumlahnya ribuan dan berasal dari seluruh Indonesia. Kamu beruntung menjadi salah satu dari sekian ribu orang calon mahasiswa IPB. Mungkin hanya faktor keberuntungan yang kamu punya waktu itu sehingga kamu bisa masuk IPB. Tapi masa iya sih hanya faktor keberuntungan, pasti kamu juga orang yang pintar, karena yang saya tahu kalau masuk IPB itu seleksinya sangat ketat. Jadi kamu beruntung masuk IPB karena kamu cerdas”
Waktu temen gue bilang seperti itu, gue masih tetap ngeluh kalau gue tidak seperti yang dia bayangkan. Bahwa gue punya otak cerdas. Gue bilang IPK gue kembang kempis. Iya gue memang mahasiswa PMDK alias Persatuan Mahasiswa Dua Koma (*istilah untuk menyebut mahasiswa dengan IPK dibawah standar).
Temen gue lalu melanjutkan ” Oke mungkin hanya faktor keberuntungan yang kamu punya. Waktu itu kamu lagi ada hoki aja masuk IPB. Tapi apakah kamu akan menyia-nyiakan kesempatan yang Tuhan kasih ke kamu. Tuhan kasih kesempatan pada kamu untuk bisa mengenyam bangku kuliah di IPB. Di luar sana, banyak sekali, ribuan calon mahasiswa yang tidak memperoleh kesempatan seperti yang kamu punya. Mereka mungkin akan sangat iri, melihatmu bisa kuliah di jurusan yang mereka juga inginkan. Dan apa yang akan kamu lakukan ketika kamu berada di posisi mereka, lalu melihat orang lain yang sudah diberi kesempatan tapi malah menyia-nyiakannya”
Wednesday, 12 November 2008
Kampusku – Hotelku
Pernahkah kamu bermalam a.k.a menginap a.k.a tidur di kampus ?
Apa alasannya???
Let me guess,
Apakah jawabannya adalah yang tersebutkan di bawah ini??
- TIDAK PUNYA UANG UNTUK BAYAR KOS
”Ciri –ciri mahasiswa seperti ini akan tidur di ruang UKM atau di BEM selama setahun penuh, bukan tidak mungkin juga dia akan menjadikannya seperti tempat kos permanen. (adik laki-laki gw yang kuliah di STT Telkom Bandung pernah melakukan hal ini selama 2 tahun).
Tempat untuk Tidur : Sekretariat BEM dan UKM.
- Kena Jam Malam KOS.
Saking seringnya rapat, dan memang sebagai pengurus inti di BEM , mau tidak mau terpaksalah menginap di kampus. Lagi pula membuat spanduk, selebaran untuk kampanye pemilihan ketua BEM benar-benar sangat mendesak.
Tempat Tidur : Sekretariat BEM dan HIMPRO
- Mahasiswa tingkat akhir yang sedang kepepet kena dead line harus lulus tahun ini
Biasanya mahasiswa ini adalah mahasiswa yang mengambil jurusan eksakta seperti kimia, teknik kimia, biologi, pertanian dll. Mereka menjadikan laboratorium tempat penelitian mereka sebagai kamar tidur mereka sampai selesai penelitiannya. Beberapa atemanku bahkan sudah terbiasa tidur di meja yang isinya tabung reaksi. Kemungkinan mereka juga tidur dengan tikus-tikus kecil yang berwarna putih yang akan digunakan sebagai kelinci percobaan (jadi mana yang benar, tikus atau kelinci?)dalam rangka menyukseskan penelitian mereka sebagai syarat kelulusan di kampusnya.
Tempat Tidur : Laboratorium program studi.
- Mahasiswa aktivis yang sedang berdemo menentang kebijakan kampus dan ingin mengganti rektor yang sudah 32 tahun menjabat dan mereka ingin rektor itu lengser keprabon.
Tempat Tidur : tangga=tangga di rektorat
- Mahasiswa Pemalas yang tidak niat kuliah
Ciri-ciri : mahasiswa ini sering terlambat datang ke tempat kuliah. Lebih suka duduk di tengah atau di belakang, agar air liurnya tidak keliatan oleh dosen yang sedang mengajar mata kuliah kimia dasar. Niat datang ke kampus adalah untuk ngobrol dan tidur.
Tempat tidur : meja kuliah deket pintu belakang, laboratorium kimia, sekretariat BEM dan UKM, mushala kampus, dan tempat-tem;pat yang bisa dijadikan sebagai tempat tidur.
Jika salah satu jawaban di atas benar, selamat....berarti kamu memang bener-bener seorang mahasiswa. Kalau alasannya bukan seperti yang saya sebutkan diatas, saya meragukan kartu mahasiswa anda hehehhehh
Monday, 27 October 2008
Ketika Gelar Kesarjanaanmu Dipertanyakan……………
Masih ingat iklan ini gak? Yup….ini adalah iklan rokok A mild. Ingat iklan ini gue jadi ingat dengan nasib gue yang nggak kunjung kelar kuliahnya. Terkadang kita dihadapkan pada dua pilihan yang sulit.
Selesaikan kuliah dulu baru cari kerja
Cari kerja dulu baru selesaikan kuliah .
Pikiran kita terjebak dalam dua pertanyaan ini. Otak kita hanya berputar untuk mencari jawaban atas 2 option ini. Begitu terus sampai kita pusing mana yang harus dipilih. Lalu kenapa kita tidak membuat option ketiga.....yaitu Menyelesaikan kuliah sambil bekerja. Dan itulah yang kulakukan saat ini. Tentu saja cari kerja yang freelance. Buat yang belum tahu : saat ini gue masih tercatat (?) sebagai mahasiswa jurusan kimia di Institut Pertanian Bogor dan tercatat sebagai marketing eksekutif di kantor agen property Raywhite Pajajaran Bogor.
Banyak orang bertanya kepadaku tentang keputusan yang gue jalani ini. Kenapa gue bukannya menyelesaikan kuliah dan jadi sarjana, malahan menunda kelulusan hanya gara-gara terlalu banyak waktu yang terbuang untuk bekerja.
Jujur, dari awal kuliah gue udah merasa nggak asik. Gue pikir kimia itu gampang, ternyata gue kedodoran di jurusan yang gue ambil ini. Gue depresi dan stress. Banyak tugas kuliah yang gak gue ngerti. Pernah saking gue nggak mood kuliah, gue cari pelarian dengan cara main internet tiap hari. Alhasil gue jarang belajar karena waktu gue abis buat main internet dan chatting. Gue bahkan pernah disebut sebagai ratu chatting di kampus. Malah temen-temen gue sering ngeledek kalau gue sudah harus cepat-cepat masuk ke dunia nyata, karena selama ini gue selalu berada dalam dunia maya. Gue pernah dicap mahasiswa Autis, gara-gara gue jarang bergaul ama temen-temen kampus. Setiap abis pulang dari kuliah gue langsung nongkrong di warnet. Sampai-sampai semua operator warung internet deket kampus kenal gue. Gue pun lebih akrab dan sering curhat dengan teman chatting daripada temen kampus. Dunia gue bener-bener ada di dunia maya.
Tapi yang namanya manusia selalu mengalami kebosanan. Gara-gara internet, uang jajan gue abis. Pola makan gue juga jadi gak teratur. Intinya sih DUIT GUE ABIS. Akhirnya gue coba-coba jadi guru les. Les apa aja kecuali lesbian. Gue ngajar matematika, kimia, fisika, dan pelajaran lainnya tapi diluar pelajaran olahraga atau bahasa sunda. Gue ngajar anak TK- SMA.
Seneng sih ngajar, duitnya banyak. Dan gue juga jadi mengenal keluarga murid-murid les gue. Bahkan gue sering dianggap jadi bagian keluarga mereka. Kalau gue ngajar malam, gue sering bermalam di rumah murid gue. Gue ngajar dari semester 5. Gue putusin berhenti ngajar les karena gue mau fokus ke kuliah gue. Gue pengen lulus. Gue mau ngerjain skripsi.
Tapi, kenyataan berkata lain. Gue tetep aja hobi nyari-nyari gawean. Gue emang hobi masuk-masukin lamaran ke perusahaan dan hobi wawancara. Tentu saja dalam lamaran itu minus SKL a.k.a Surat Keterangan Lulus dari kampus. Boro-boro SKL, Index Prestasi Kumulatif aja gak gue masukkin ke amplop lamaran. Dalam amplop itu biasanya berisi dua lembar kertas. Kertas pertama isinya lamaran kerja, dan kertas kedua isinya Curriculum Vitae. Alasannnya: Biar Irit !. Dulu hampir tiap sabtu gue ke kantor –kantor di Jakarta buat ikutan wawancara kerja. FYI: gue hobi wawancara karena tiap sabtu gak ada cowok yang ngajak jalan atau nonton, yah....memang saya ini jomblo yang punya hobi aneh. (Pesan buat para Jomblo-Jomblo Kesepian : Hobi wawancara kerja sangatlah positif untuk kalian , Siapa tahu, si pewawancara naksir berat ama kamu kyahahahhahaha (* gw langsung digaplok ama pasangannya si pewawancara* ).
Sampai akhirnya gue terdampar di perusahaan baru di Bogor. Perusahaan ini bergerak dibidang jual beli properti. Gue pikir pekerjaan ini nggak bakalan menyita waktu dan secara ekonomi juga nilainya menjanjikan. Gue jadi punya semangat hidup lagi. Gue jadi lupa lagi dengan skripsi. Gue jadi punya duit lagi. Dampak positif yang gue rasakan adalah: ketika gue terjebak dalam pikiran tentang skripsi dan skripsi, pekerjaan sebagai broker ini bisa jadi hiburan. Paling nggak ngilangin stress, karena emang kerjaannya cuman jalan-jalan sama klien. Lalu ketika gue stress karena pekerjaan, mengerjakan skripsi adalah cara yang asyik bikin gue nggak inget dengan tuntutan pekerjaan.
Nah kalau gue lagi stress karena skripsi dan pekerjaan?
Cara paling ampuh adalah ngeblog kayak gini. Blogging adalah media yang efektif untuk menyembuhkan otak gue yang sudah hampir meledak.

